Senin, 01 Juni 2026

KITA GARUDA



Sepakbola adalah tontonan yang selalu saya tunggu-tunggu. Kapan lagi kita bisa bebas berteriak bersama teman dan tetangga sekitar. Ya pasti karena ada Sepak Bola.
 
Pada tahun 1967, otoritas nigeria memutuskan untuk menghentikan perang sipil di nigeria selama 2 hari, karena kedua pihak ingin menyaksikan permainan sepak bola pele di tv. Luar biasa bukan? Ini membuktikan kalau SepakBola mampu menyatukan dan memberikan perdamaian.
 
Masih terngiang dalam ingatan saya saat Timnas kita melibas habis Arab Saudi 2 : 0 dikualifikasi piala dunia tahun lalu. Eforia supporter sangat luar biasa sekali. Begitu pertandingan usai ribuan suporter kompak menyanyikan lagu nasional. Dan mungkin juga sobat netizen yang nonton di rumah juga ikut bernyanyi.
 
Indonesia Tanah Air Beta ...
Pusaka abadi nan jaya ...
Indonesia sejak dulu kala ...
Tetap dipuja- puja bangsa.
 
Di sana tempat lahir beta ...
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata ... 😫
 
Begitu supporter menyanyikan lagu ini, dada saya bergetar, sampai tak terasa menitikkan air mata. Lagu nasional ini telah membangkitkan rasa nasionalisme pecinta sepakbola seluruh tanah air. Sungguh sangat luar biasa. Dan mungkin anda yang nonton juga merasakan seperti apa yang saya rasakan. Membuat kita yang tadinya cerai berai kembali bersatu memberikan dukungan, tanpa membeda -bedakan status golongan, politik, suku, agama, kaya dan miskin.
 
Kenapa sepak bola sangat disukai? Karena olahraga ini bisa dimainkan oleh siapa saja, entah itu orang tua, muda, anak kecil, orang dewasa, lelaki, dan juga perempuan. Hanya bermodalkan bola plastik seharga 5 ribu kita bisa bermain bola bersama teman-teman kita. Hebat bukan!
 
Masyarakat Indonesia memang butuh hiburan, sudah bosan dengan acara tv nggak jelas yang penuh dengan drama politik dan segala macam persoalan. Kita butuh tontonan yang mendidik, tontonan yang mampu membangkitkan rasa nasionalisme untuk menyatukan kita semua.
 
Jadi tolong, untuk kalian para pejabat negeri ini. Jangan rusak hiburan kami ini, kami sangat mencintai Timnas kami, Timnas Indonesia.
 
- Oleh : Satrio Damar Setiadji
Nama pena : Cah Wonogiri

Lagi Pusing

Perasaan akhir-akhir ini orang-orang pada curhat mulu ke gua. Dikira gua ga punya masalah kali ya. Yang pusing bukan lu doang. Pas adem ayem diajak chating cuek aja ga mau bales, giliran ada masalah curhat mulu, lu pikir gua Psikolog. Saran gua, mending lu curhat sama Mamah Dedeh, itu udah yang paling bener, biar lu dapet siraman kolbu.


Mah curhat dong mah. 😩

#CumaPenginHidupTenang

HARGA DIRI SEORANG LAKI-LAKI ADALAH BEKERJA 🔥💪



😺 Gembul sarimbul OTW DIET

 


Jumat, 29 Mei 2026

Asline Gur Ngelih


Kenapa kalo perut lapar hawanya pengin marah-marah? Karena kadar gula dalam darah turun, sehingga transfer oksigen ke otak juga menurun. Alhasil bikin hati kita jadi sumpek & jenuh, sehingga mudah marah & emosian. Intine, nek ono uwong nesa nesu ora jelas, kui tandane urung madang!

''Wis gek madang kono, ga usah maramara, kowe ki asline gur ngelih!'' 😩

#RolasanDulu

 

Selasa, 19 Mei 2026















Pada akhirnya ... umur semakin tua sirkel pertemanan akan semakin mengecil dan teman yang tersisa hanyalah kucing. 🐱🙂


#InilahHidup
#SantaiSaja

Rabu, 13 Mei 2026

Bumi Semakin Panas

Banyaknya pohon ditebangin karena permintaan pasar cukup tinggi. Bisa untuk bahan bangunan, furnitur, peralatan masak, kertas, pensil, korek api, kayu bakar, arang, dll. Sangat sulit untuk dicegah karena udah jadi kebutuhan sehari-hari. Tahun 1976 Rhoma irama bikin lagu judulnya 135 juta penduduk Indonesia, dan sekarang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, jumlah penduduk Indonesia mencapai 287,19 juta jiwa. Populasi penduduknya semakin banyak, naiknya berlipat lipat. Coba bayangin kalo orang sebanyak itu bangun rumah, pasti membutuhkan kayu yang sangat banyak sekali. Coba kalian pikir, kayu yang dijual ditoko Matrial sumbernya dari mana? Jawabnya ya dari penebangan hutan dari mana lagi. Kayu hasil kebun ga akan mencukupi kebutuhan pasar.


Hebatnya kakek nenek leluhur kita dulu, mereka menanam pohon untuk tabungan anak cucu biar nggak kesulitan kalau membangun rumah. Padahal butuh waktu puluhan tahun Pohon bisa tumbuh jadi bahan bangunan. Tapi apa yang terjadi? Generasi penerusnya cuma bisa nebang pohon lalu menjualnya, ga mau menanam kembali.😁

#SalamLestari