Minggu, 12 Oktober 2014

- Dinda
























Biarkan saja airmatamu menetes di dadaku
Agar kudengar gemuruh disegala resahmu
menangislah dalam pelukanku
tumpahkan segala kegundahan hati
Tak kan kuseka sembab di matamu
Tak kan kuhapus jejak basah itu
Biarlah air mata itu menjadi sungai di lembah hatiku
karena akulah muara disegala kesedihanmu
Menangislah sederas sungai membelah kelam
Jika itu bisa membuatmu larut dan terdiam
Kehidupan tidak selalu meninggalkan keindahan
Biarkan kenangan membungkusnya di kejauhan
Dekaplah dadaku
dan rasakan detak jantungnya
'kan ku pastikan cinta suci ini
hanya untukmu
Jangan bersedih kasihku
Masih ada aku yang selalu ada untukmu


───▄▄─▄████▄▐▄▄▄▌
──▐──████▀███▄█▄▌
▐─▌──█▀▌──▐▀▌▀█▀
─▀───▌─▌──▐─▌
─────█─█──▐▌█

Sabtu, 11 Oktober 2014

Wanita oh Wanita

Wanita tidak pernah menuntut banyak kecuali pengertian. Kadang wanita itu terlihat manja, banyak maunya, atau mungkin dimata pria wanita hanyalah makhluk yang menyusahkan.

Tapi ketahuilah, wanita masih tetap berdiri tegar meski pria telah menghantamnya dengan banyak rasa sakit yang mendera. Wanita masih tetap seperti orang yang sama ketika pria berusaha pergi dan menghindar, lantas datang kembali membawa asa. Meski wanita terlihat tidak perduli, meski wanita terlihat mengacuhkan, tapi percayalah, jauh dilubuk hatinya wanita punya sejuta doa untuk pria.

Kelembutan seorang wanita adalah Fitrah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, agar dia mampu memberikan kasih sayang untuk orang-orang tercintanya. Rosululloh bersabda,

‘’Barangsiapa diberi isteri yang shalehah, sesungguhnya ia telah di beri pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertaqwa kepada Alloh dalam memelihara separuh lainnya.’’

(HR Thabrani dan Hakim)

Namun, isteri shalehah hadir untuk mendampingi suami yang juga shaleh. Untuk para suami, tidak bisa menuntut isteri menjadi yang terbaik, sementara suami sendiri berlaku tidak baik. Semoga, para suami bisa menjadi lebih baik lagi dalam memperbaiki diri untuk menjadi imam yang baik untuk keluarganya masing-masing. ‘’Wallohu alam bishawab.’’

- Salam santun saya
█│║▌║││█║▌│║▌║©
0 0 0 0 0 9 1 0 2 0 1 4

Toleransi Antar Umat Beragama

Lentera Hati untuk umat muslim
**Assalamu alaikum wr wb**

''Selamat pagi sobat muslim, salam sejahtera selalu. Semoga di pagi yang indah ini Alloh swt melimpahkan rahmat serta hidayahnya bagi kita semua.’’

''Yang sedang sakit, semoga lekas diberikan kesembuhan.’’

''Yang sedang berangkat bekerja, hati-hati di jalan semoga selamat sampai di tujuan.’’

''Yang sudah sibuk bekerja, selamat beraktifitas kembali semoga pekerjaanya lancar dan sukses.’’

''Yang lagi sedih bergabung saja di sini, siapa tau sedihnya hilang.’’

‘’Yang sedang terpuruk atau salah arah di jalan yang salah, mari kita nasehati dengan nasehat yang baik. Sebuah nasehat akan sangat berguna bagi mereka yang sedang di landa masalah atau kebuntuan. Biar pun kita di sini banyak perbedaan mari kita jalin tali silahturahmi dengan baik, ‘Islam Adalah Agama Rahmatan Lil 'Alamin’, Mari sejenak saja kita simak coretan sederhana di bawah ini.’’

Toleransi Antar Umat Beragama

Di sebuah sudut kota Madinah, selalu mangkal seorang pengemis Yahudi buta. Setiap ada orang yang mendekati ia selalu berkata,

‘’Wahai Saudaraku, jangan engkau dekati Muhammad yang mengaku sebagai Rosul itu. Dia gila, pembohong, dan tukang sihir. Jika kamu mendekatinya dia akan mempengaruhimu.’’

Walau sebegitu busuk hati dan perbuatan pengemis itu, setiap pagi Rosululloh selalu membawakan makanan untuknya. Tanpa berkata, beliau menyuapi pengemis itu. Rosululloh melakukan hal ini hingga Rosululloh wafat. Ketika Abu Bakar berkunjung ke rumah Aisyah, beliau bertanya,

‘’Wahai anakku, adakah sunah Rosululloh yang belum aku kerjakan?’’

Aisyah menjawab, ‘’Wahai ayah, engkau ahli sunah, hampir tidak ada sunah yang belum ayah kerjakan, kecuali membawa makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana.’’

Keesokan harinya Abu Bakar pergi ke sudut pasar dengan membawa makanan. Abu Bakar memberikan makanan kepada sang pengemis. Ketika mulai menyuapi, pengemis itu marah sambil berteriak,

‘’Siapa kamu?’’

Abu Bakar menjawab, ‘’Aku orang yang biasa.’’

Kemudian pengemis buta itu membantah,

‘’Engkau bukan orang yang biasa datang. Apabila orang itu datang, tanganku tidak akan susah memegang dan mulutku tidak akan susah mengunyah. Orang itu selalu menghaluskan makanan terlebih dahulu sebelum menyuapkannya kepadaku.’’

Abu bakar tidak dapat menahan air matanya. Ia menangis sambil berkata jujur,

‘’Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu, Aku sahabatnya. Orang mulia itu telah tiada, Ia adalah Muhammad Rosululloh saw.’’

Setelah pengemis Yahudi itu mendengar cerita Abu Bakar, ia menangis dan berkata,

‘’Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, tapi ia tidak memarahiku sedikit pun. Ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Ia begitu mulia.’’

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya masuk Islam dan bersyahadat dihadapan Abu Bakar.

‘’Sobat muslim yang terhormat yang dirahmati Alloh swt.’’

Itulah salah satu bentuk keagungan seorang Nabi Muhammad saw. Kebaikannya dan ketinggian Akhlaqnya tidak terbendung oleh kebencian dan cercaan. Bahkan, beda keyakinan yang notebene merupakan hal yang sangat esensial, menjadi lebur di hadapan keluhuran hatinya. Ini sebuah cermin dan teladan yang sangat di butuhkan ketika saling pengertian dan toleransi menjadi barang mahal.

Sering sekali kita menghawatirkan tentang adanya perbedaan. Kita khawatir agama islam akan musnah dari negeri ini. Dan kekhawatiran kita semakin memuncak dan menjadi-jadi tatkala menjelang pemilihan presiden. Semuanya saling berlomba mencari kebenaran sendiri-sendiri. Saling menghujat, saling menghina, saling fitnah dan saling menjatuhkan.

‘’Inikah yang di sebut khawatir?’’

Dalam sebuah hadits Rosululloh saw bersabda,

‘’Orang yang disebut muslim adalah orang yang bisa menjaga tangannya dan lisannya ( dari menyakiti muslim lainya)

( HR Bukhari )

"Tidak akan istiqomah iman seseorang sebelum istiqamah hatinya, dan tidak akan istiqomah hatinya sebelum istiqamah lisannya".

(HR. Ahmad)

‘’Orang yang beriman kepada Alloh dan hari kiamat, hendaknya berkata baik. Atau, ( jika tidak bisa ) lebih baik diam.’’

( HR Bukhari )

‘’Barang siapa mengetahui keburukan saudaranya, kemudian ia menutupinya, pada hari kiamat Alloh akan menutupi dosanya.’’

( HR Thabrani )

‘’Janganlah kalian mencari kesalahan-kesalahan orang lain.’’

( QS Al-Hujurat 49 : 12 )

‘’Subhanalloh …

Kenapa kita tidak mencontoh Akhlaq Rosululloh. Kalau kita berbuat baik ke semua orang, insya Alloh orang lain pun akan mengikuti kebaikan kita.

Alloh swt berfirman,

‘’Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.’’

(QS Annisa 4 : 36)

‘’Sobat muslim yang terhormat yang dirahmati Alloh swt.’’

Agama Islam tidak mengajarkan kebencian dan tidak mengajarkan keburukan. Islam tidak mengajarkan kita untuk menghina Tuhan orang lain, ''Surat Al Ikhlash cukup sebagai jawabanya.’’

Bersikap lemah lembut kepada orang lain, bukan semata-mata sifat moral atau (etika), tapi, itu memang sudah perintah dari Allah Swt dan sebagai umatnya kita harus melaksanakannya perintahnya.

‘’ Sami'na wa atho'na….
Kami dengar dan kami taati. Sebagaimana firmanNya :

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”

(QS Ali Imraan : 159)

Hidup bertetangga dan bermasyarakat rasanya indah banget kalau di hiasi dengan sikap tolong-menolong. Itu sebabnya, biar kita bisa saling tolong menolong dalam kebaikan,

‘’ Tetangga yang baik adalah bagian dari kebahagiaan hidup.’’

Jadi, kalau dengan tetangga, kita kudu saling tolong menolong. Rasulullah saw bersabda :

“Di antara yang membuat bahagia seorang Muslim adalah tetangga yang baik, rumah yang lapang, dan kendaraan yang nyaman.”

(HR : Hakim)

Manusia di ciptakan secara berbeda-beda, tidak mungkin kita menyembah Tuhan dengan cara yang sama, pasti berbeda pula. Bukan tanpa sebab Tuhan menciptakan kita berbeda, dalam Al-Quran disebutkan :

“Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberiannya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kembali kamu semuanya. Lalu diberitahukannya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.’’

(QS Al Maidah: 48)

Ini menandakan bahwa keragaman agama itu di maksudkan untuk menguji kita semua, menguji iman kita, menguji agar seberapa banyak kita bisa berkontribusi untuk kebaikan umat manusia dan kemanusiaan.

Banyak cara menuju surga, namun di balik semua itu banyak jalan justru membawa manusia menuju ke neraka. Niatnya baik, tapi cara atau metodenya salah, niatnya mengajak orang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, tapi cara yang digunakannya mencaci maki, menghina, saling menghujat dan memburuk-burukan pihak lain yang tidak sepaham dengannya. seakan surga dia yang punya, dan pihak lain yang tak sepaham dengannya masuk neraka semuanya. Jadi kebenaran ada di tangannya sendiri.

Pihak lain yang sama-sama muslim ketika berbeda pendapat dengannya justru di maki-maki, dihina, dikucilkan, dirusak rumah ibadatnya, di usir, di jadikan bahan gunjingan yang mengasyikan, dengan kata-kata kasarnya memaki saudaranya sesama muslim. Di rendahkan dan di permalukan di depan umum. Sangat menyedihkan, Dakwahnya bukan mengajak tapi mengejek.

ISLAM tidak menanamkan kebencian
Islam tidak pernah mengajarkan keburukan
ISLAM bukan seperti itu
ISLAM itu indah

para ulama mengatakan,

‘’Hendaknya orang mukmin mendapat keuntungan dari anda minimal tiga hal.’’

-1. Apabila anda tidak memberikan manfaat padanya,
janganlah anda merugikannya…
-2. Apabila anda tak dapat membahagiakannya,
maka janganlah menyusahkannya
-3. Apabila anda tak memujinya,
maka janganlah mencelanya…

Itulah pedoman singkat bagi kita umat Islam. untuk menghormati saudara sesama muslim yang tidak sepaham atau tidak sejalan dengan pemikiran atau pendapat kita. Agar dalam naungan Islam, manusia dapat menjadi permata hati dan selamat hatinya. Terlepas dari rasa iri dan dengki, serta bersih dari sikap prasangka buruk dan benci, apalagi sampai mencaci maki, mencela dan menyakiti.

Islam adalah agama pertengahan yang selalu menjaga diantara yang radikal dengan yang lemah. Islam adalah agama pertengahan, agama yang selalu menjujung tinggi kebaikan dan tidak mudah menyalahkan pihak lain atau orang lain yang tak seiman.

‘’Sobat muslim yang terhormat yang dirahmati Alloh swt.’’

Nabi muhammad saw tidak pernah mengajarkan kita untuk memaki pihak lain, menghina pihak lain dan mudah mengkafirkan orang lain yang sama-sama akidahnya, sama-sama syahadatnya, sama dalam gerakan dan bacaan sholatnya, sama iman dan Islamnya, sama dengan tata cara zakat, puasa dan hajinya.

ISLAM itu di mana-mana sama saja, asal berpedoman pada al qur'an dan hadist, mau muhamadiyah ,nu atau aliran yang lain pada akhirnya akan ketemu juga, bahwa Alloh swt lah tempatnya untuk bersujud. Bila seandainya pun berbeda, mereka juga punya dalil sendiri, yang bisa saja benar tidak mengklaim kebenaran milik pribadi, kebenaran itu datangnya dari Allah SWT. Dan yang mutlak benar hanya Allah SWT dan rosulnya, sedangkan kebenaran manusia itu relative adanya. ‘’Wallahualam bi shawab.’’

- Salam santun saya 'Satrio damar setiadji'

Loro Untu

Sore iki tangi turu awakku rasane lungkrah, rasane males, arep lungo adus aras-arasen, hawane gur pengen mlungker mapan turu. 

ket mau esok ati rasane mangkel, opo wae seng tak pangan mesti nyelip ono untu. Untuku rasane snut-snut ora karuan. Gusiku dadi aboh guedi koyo bar di entup tawon. Boro-boro arep dinggo ngguyu, dinggo mangap wae untuku loro. Isane yo gur plorak-plorok, plentas-plentus, thingak-thinguk koyo enthung karo nyawang kahanan seng soyo bubrah.

Ora ngertio, yo koyo mengkene iki wong ngrasakne loro untu, rasane jian ora karuan tenan. Arep tumandang gawe ora iso, arep dinggo ngopo-ngopo yo ora iso. Dinggo miring salah, dinggo mlumah salah, dinggo njengking salah, opo maneh dinggo mengkurep rasane malah tambah cekut-cekut. Arep lungo neng dokter males, arep lungo neng dukun, dukune podo sibuk ngurusi togel.

‘’Yo weslah aku pasrah.’’

karepe ben cepet mari tak tambani dewe nganggo koyok cabe. Pipi tekan guluku rembel tak tempeli koyok. Rasane dadi anget, kepenak tenan.

''Badhalaa ...!'

Soyo suwe lha kok malah koyo ngene rasane, malah soyo panas pipiku. koyok cabe seng nempel ono pipiku reaksine tambah soyo parah. Pipi tekan guluku dadi perih, panas, cemlekit rasane. Koyok cabe seng podo nempel ono pipiku tekan guluku kuwi tak copoti kabeh. karepku tak pasangi koyok kuwi ben cepet mari, lha kok malah dadi melepuh koyo ngene, panase ora gelem ilang.

Ben cepet ilang panase, pipiku tak kompres nganggo es batu. Rasane anyes, dadi adem pipiku. Nanging yo gur pipine thok seng adem, bareng wes ilang ademe untuku dadi kumat maneh, rasane tambah senut-senut ora karuan.

‘’Oalah ... Njajal tak cobane dinggo mapan turu, sopo ngerti nek dinggo mapan turu dadi ilang larane.’’

Ndelalah lagi arep mapan turu ono wae masalahe, tonggoku seng rodok kenthir malah nyetel lagu dangdutan bukak sithik joz karo joget-jogetan enek tengah nglatar, karo clekenthak clekenthik koyo walang sangit. Lagune jedang jedung mbrebeki kuping …

‘’Aduh biyuuung ...!’’

Lagi judeg ngrasakne untu loro, teko meneh masalah anyar. Anakke tonggoku seng nakale ndubilai teko dolan mrene.

‘’Om Sakit apaan? Kok pipinya bengkak begitu? sakit ya, Om!’’

Aku jane males nanggepi bocah iki, soale nakale puol tenan.

‘’Sakit gigi, dek. jangan dipegang, ya? Ntar om kesakitan klo di pegang.’’

Durung sempet nerusne omonganku bocah cilik kuwi malah nabok pipiku.

‘’Plaaakkk ... Tepoookkk ...

‘’Aduuuh biyuuung ...! Bocah sempruuulll ...!’’

‘’Xixixixi … sakit, ya om?’’

Bar nabok pipiku bocah cilik kuwi langsung brabat mlayu karo ngece aku seko kadoan. Cengar cengir dewe karo ngedongi bokong .

Keronto-ronto tenan nasipku dino iki, goro-goro ditabok untuku malah tambah dadi aboh guedi, rasane tambah ora karuan.

‘’Simboooookkk …!!’’

- Oleh : ''Satrio si Juragan kodhok'

Cinta

Kadangkala, putus cinta tidak memerlukan sebuah masalah yang besar. ketika dia tidak mengomel tentang kesalahan kecilmu, dia lebih cepat menutup telepon, dia lebih jarang balas SMS, pelan-pelan cinta mulai retak di dalam hal-hal kecil yang kamu anggap tidak apa-apa itu.

Cinta terbentuk melalui perhatian-perhatian kecil yang kita tunjukan, dan akan hilang melalui pengabaian-pengabaian kecil yang kamu anggap tak apa-apa.

Kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tidak pernah mengatakan cinta kepadamu, karena ia takut engkau berpaling darinya dan membuat jarak pembatas. Jika suatu saat nanti ia pergi meninggalkanmu, kamu akan menyadari betapa dia adalah cinta yang tidak kamu sadari.

- Salam damai cinta dihati
█│║▌║││█║▌│║▌║©
0 0 0 0 0 9 1 0 2 0 1 4

Selasa, 30 September 2014

Gending Katresnan

Jaman biyen, wektu aku iseh bayi mung iso gandulan ono gegere simbok. Wes ora perduli boyoke simbok kekeselen opo sempal gegere, pokoke waton nemplok atiku wes seneng digendong nganggo slendang batik kawung.
Opo maneh yen aku nduwe kepinginan ora keturutan sitek, rasane kudu nesu-nesu. Opo wae sing ono ngarepku tak pancali, tak guwangi, banjur nangis geroh-geroh karo klesetan.
simbok sak niki pun sepuh. Rambute wae wes putih kabeh, kulite wes pating njekitut, tapihan jarike ajeg mlorot dewe yen ora ditaleni. Yen ngompol malah tak seneni, jaman ndisek yen aku ngompol malah di guyu karo simbok, dilileng-lileng karo dinyanyekne gending-gending katresnan.
Simbok sak niki pun mboten saget nyambut gawe. Jaman biyen ijek kuat mbopong kayu karo nggendong aku, mlaku seko ngalas tekan ngomah.
Sak iki angkat junjung wes ora kuat, nggowo awake dewe wae wis sempoyongan. Simbok sak niki pun pikun, mlaku yo wes ora kuat adoh, mung mrambat-mrambat kudu nganggo teken, sabendinane glemetak ono kasur karo nyawang tipi.
Simbok ora mbales nangis geroh-geroh karo kleset-kleset yen nduwe pepengenan. Yen ajeng dahar mundhut panganan utowo liyane, mung mesam-mesem wae karo ngenteni uwong ngomah sing liwat.
Yen pengen lungguh ning ngarep omah opo arep neng mburi, simbok ora ngendikan opo-opo, ora njaluk tulung lan bengak-bengok koyo cilikanku.
Ngerti-ngerti wes ngadek dewe karo rambatan, emoh yen ditulung, jare ijeh urung rumongso tuo, ijeh iso nglakoni dewe. Simbok ora pengen yen wes tuo iki ngrepoti anak-anakke lan putune.
‘’Yoooh ... Aku mung biso nututi ning mburine karo was-was.’’
Simbok …. Mbok yo mbales aku to mbok, ora ketang muring-muring, ben lunaaas kelakuane anakmu sing nakal iki.’’
….. Keloni maneh aku to Mboook koyo ndek cilik.. .....
- Salam kangen kangge simbok, mugi gusti Alloh maringi kesehatan lan karaharjan

Masa tua yang berhasil di mulai dari kerja keras di masa muda

Apakah anda termasuk orang yang boros dalam membelanjakan uang?
''Nabung, yuk?''
Dengan memiliki tabungan dalam bentuk apapun, kita sudah mempersiapkan masa depan sedikit lebih baik di bandingkan tidak memiliki tabungan.
Jangan terlalu boros di masa kini, sehingga dapat membahayakan kehidupan kita dimasa depan. karena, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di esok hari. Dan jangan pernah anggap remeh tabungan sebesar apapun itu. karena itu akan jadi penyelamat kita disituasi yang mungkin tidak bisa kita atasi.
Menurutku, hidup sederhana itu indah kalau kita mampu untuk berucap syukur. Syukuri apa yang kita miliki saat ini.
Bersyukur adalah sumber dari segala kerendahan hati. Semakin kita bersyukur, semakin tentramlah hati ini.
- Salam santun saya
█│║▌║││█║▌│║▌║©
0 0 0 0 2 9 0 9 2 0 1 4