Minggu, 23 Agustus 2026
Senin, 20 Juli 2026
Kota Tua
Aku punya banyak kenangan di kota tua ini. Dulu sekitaran tahun 1997-2004 sering banget ngunjungi tempat ini, sebulan bisa 1 sampai 2x. Sepertinya tempat ini jadi tempat piknik favoritku. Cuma sayangnya dulu belum punya kamera, pasti keren tuh bisa poto-poto, jadi ada kenangannya.
Pertama kali ke kota ini aku naik
sepeda federal, beli dari tukang loak. Ngambil rute dari Jalan Raya Kali Malang
> Halim > Lurus ke arah Tanjung Priuk > lalu belok kiri ke arah kota
tua > duduk sebentar di depan Museum Fatahilah sambil menikmati susu
kedelai, beli dari abang-abang yang mangkal di samping museum > Lalu Jalan
lagi ke arah mangga 2 nyari vcd music metal bajakan ato ngubek ubek buku bekas
ditukang loak > setelah itu gowes sepeda lagi lurus ke arah monas > duduk nyantai
sebentar di monas > trus lanjut jalan lagi lurus terus sampai blok m > di
blok m liat-liat kaset pita di toko kaset > lihat lihat buku di tukang loak >
jajan es cendol > trus pulangnya lewat tendean > gowes lurus terus sampai
di uki > halim > sampai rumah lagi.
Kalau dipikir jauh juga ya naik
sepedanya, -+95km, itu sama aja muterin Jakarta. Kadang kalau inget suka mikir,
gimana coba kalau tiba-tiba ban sepedaku meletus, opo kempes, opo rusak di
jalan. Pasti bakalan ribet banget, soalnya bawa uangnya selalu pas-pasan. Maklumlah
dulu masih jadi pekerja harian, gajian Cuma cukup buat kebutuhan hidup
sehari-hari.
Rute piknik sedikit berubah gara-gara
sepeda rusak. Tapi tetep kota tua tujuannya. Rutenya dari kali malang naik
metromini 54 jurusan kampung melayu, turun di stasiun Jatinegara > nongkrong
sebentar didekat stasiun > jajan es cendol + soto babat babeh di bawah
jembatan penyeberangan > setelah itu beli buku bekas di tukang loak > cuci
mata jalan jalan ke Jenderal urip lihat lihat barang bekas > setelah puas pergi
ke stasiun Jatinegara naik kereta jurusan kota > seringnya numpang alias
nyari gratisan (naik kereta dari arah jawa tengah/jawa timur tujuan Jakarta
Kota, soalnya dulu kalau naik kereta ini nggak ada pemeriksaan ) > sampai di
kota nongkrong bentar di kota tua > sambil nikmatin es susu kedelai langgananku
> habis itu pergi jalan lagi ke glodok/mangga 2 beli vcd bajakan/buku bekas >
trus jalan lagi naik busway jurusan blok m > nongkrong bentar jajan es >
liat-liat kaset di toko kaset > trus nongkrong sebentar di terminal >
pulangnya naik mayasari jurusan blok m > pulo gadung > turun di uki >
nyambung lagi mikrolet 19 jurusan kali malang.
2 tahun kemudian aku dapet kerjaan jadi surveyor/tukang ukur, ngerjain proyek taman-taman dki. Pemetaan taman seluruh kota Jakarta, termasuk taman puring, ancol, & juga taman depan museum Fatahilah. Seneng banget dong, berasa keren banget kemana-mana bawa tedolit sama tripod. Walaupun awalnya Cuma disuruh megang rambu, seneng banget pokoknya. Bisa masuk gratis ke Ancol, bisa masuk ke dalam museum fatahillah, karena bisa ngapusi penjagane. Aku sama temenku selalu ngaku petugas ukur yang mau melakukan pengukuran. Bahkan aku bisa masuk ancol gratis Cuma bawa alat ukur.
Ya ini kenanganku di kota tua. Rute
piknik murah meriah, tanpa perlu ngeluarin banyak duit. Bisa ketemu dan kenalan
sama banyak orang.
-
Oleh
: Satrio damar setiadji
Nama Pena : Cah Wonogiri 1980
Jumat, 17 Juli 2026
Ukuran Bearing Klaher Laher Kursi Roda GEA YJ-001
Setelah pemakaian cukup lama Kursi Roda ini ternyata rangkanya cukup kokoh dan kuat, Jok alas duduk sama sandaran punggung terbuat dari bahan yang cukup kuat. Selama 17 tahun menggunakan kursi Roda dan sering gonta ganti berbagai merk, sepertinya model kursi roda ini yang paling bagus. Kendala umum sering terjadi pada kursi Roda, terutama kerusakan pada bearing, ini wajar dan memang harus diganti. Berikut saya kasih keterangan ukuran bearing dan beberapa kendalanya. (Info keterangan ada digambar).
1). RODA BELAKANG UKURAN BERINGNYA 6202 2RS
2). GARPU KASTOR UKURAN BERINGNYA 6001zz
Kendalanya : AS bawaan pabrik terlalu besar, sudah keliling di banyak toko tidak ada yang cocok. Solusinya : Mengganti garpu kursi roda standar bahan stainless. Harganya -+30-40 ribu. Lalu menggunakan Bearing ukuran 6001zz. Atau bisa juga dioplos; bagian bawah menggunakan bearing mangkokan kursi roda standar atasnya menggunakan 6001zz.
3). RODA DEPAN UKURAN BERINGNYA 608zz
4). AS RODA DEPAN
Kendalanya : AS sering macet dan skrupnya sulit dibuka.
Spare part kursi roda harga resmi di toko harganya suka nggak ngotak alias aji mumpung.Solusinya : Bisa menggunakan BAUT MUR M8 X 80 KUNCI 12, Ukuran panjang total body 80mm atau 8cm (tidak termasuk kepala). Ukuran diamater body 8mm. COCOK BANGET UNTUK DIPAKE PENGGANTI AS KURSI RODA DEPAN. Toko matrial atau di shope banyak yang jual.
Untuk pemasangan AS GARPU: Dibagian dalam bisa ditambahin ring M8, bagian kanan 3 ring, bagian kiri juga 3 ring.
5). SANDARAN TANGAN KURSI RODA
KENDALANYA : Ukurannya lebih panjang bukan standar, jadi sulit nyari penggantinya. Kalau Cuma covernya yang sobek bisa diganti menggunakan karpet jok/perlak/cover sofa.
Solusinya; kalau rusak diganti yang standar saja, pakai 1 baut cukup kuat asal nggak ditarik-tarik, selalu sedia kunci L saja kalo sewaktu waktu kendor.
6). PERAWATAN RUTIN
Seminggu sekali bagian beringnya atau baut baut disemprot menggunakan pelumas rantai (Chain Lube) atau oli biar tetap enak kalau dipakai jalan. Bagian ini kalau sering kena air akan cepat rusak.
Semoga Bermanfaat.Nama Pena : CAH WONOGIRI 1980
Senin, 01 Juni 2026
KITA GARUDA
Sepakbola adalah
tontonan yang selalu saya tunggu-tunggu. Kapan lagi kita bisa bebas berteriak
bersama teman dan tetangga sekitar. Ya pasti karena ada Sepak Bola.
Pada tahun
1967, otoritas nigeria memutuskan untuk menghentikan perang sipil di nigeria
selama 2 hari, karena kedua pihak ingin menyaksikan permainan sepak bola pele
di tv. Luar biasa bukan? Ini membuktikan kalau SepakBola mampu menyatukan dan memberikan
perdamaian.
Masih
terngiang dalam ingatan saya saat Timnas kita melibas habis Arab Saudi 2 : 0
dikualifikasi piala dunia tahun lalu. Eforia supporter sangat luar biasa
sekali. Begitu pertandingan usai ribuan suporter kompak menyanyikan lagu nasional.
Dan mungkin juga sobat netizen yang nonton di rumah juga ikut bernyanyi.
♪
♫ Indonesia Tanah Air Beta ...
Pusaka abadi
nan jaya ...
Indonesia
sejak dulu kala ...
Tetap
dipuja- puja bangsa. ♪ ♫
♪
♫ Di sana tempat lahir beta ...
Dibuai
dibesarkan bunda
Tempat
berlindung di hari tua
Tempat akhir
menutup mata ... ♪ ♫ 😫
Begitu supporter
menyanyikan lagu ini, dada saya bergetar, sampai tak terasa menitikkan air
mata. Lagu nasional ini telah membangkitkan rasa nasionalisme pecinta sepakbola
seluruh tanah air. Sungguh sangat luar biasa. Dan mungkin anda yang nonton juga
merasakan seperti apa yang saya rasakan. Membuat kita yang tadinya cerai berai
kembali bersatu memberikan dukungan, tanpa membeda -bedakan status golongan, politik,
suku, agama, kaya dan miskin.
Kenapa sepak
bola sangat disukai? Karena olahraga ini bisa dimainkan oleh siapa saja, entah
itu orang tua, muda, anak kecil, orang dewasa, lelaki, dan juga perempuan.
Hanya bermodalkan bola plastik seharga 5 ribu kita bisa bermain bola bersama
teman-teman kita. Hebat bukan!
Masyarakat
Indonesia memang butuh hiburan, sudah bosan dengan acara tv nggak jelas yang
penuh dengan drama politik dan segala macam persoalan. Kita butuh tontonan yang
mendidik, tontonan yang mampu membangkitkan rasa nasionalisme untuk menyatukan
kita semua.
Jadi tolong,
untuk kalian para pejabat negeri ini. Jangan rusak hiburan kami ini, kami
sangat mencintai Timnas kami, Timnas Indonesia.
- Oleh : Satrio
Damar Setiadji
Nama pena :
Cah Wonogiri
Lagi Pusing
Mah curhat dong mah. 😩
#CumaPenginHidupTenang
Jumat, 29 Mei 2026
Asline Gur Ngelih
Selasa, 19 Mei 2026
Rabu, 13 Mei 2026
Bumi Semakin Panas
Banyaknya pohon ditebangin karena permintaan pasar cukup tinggi. Bisa untuk bahan bangunan, furnitur, peralatan masak, kertas, pensil, korek api, kayu bakar, arang, dll. Sangat sulit untuk dicegah karena udah jadi kebutuhan sehari-hari. Tahun 1976 Rhoma irama bikin lagu judulnya 135 juta penduduk Indonesia, dan sekarang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, jumlah penduduk Indonesia mencapai 287,19 juta jiwa. Populasi penduduknya semakin banyak, naiknya berlipat lipat. Coba bayangin kalo orang sebanyak itu bangun rumah, pasti membutuhkan kayu yang sangat banyak sekali. Coba kalian pikir, kayu yang dijual ditoko Matrial sumbernya dari mana? Jawabnya ya dari penebangan hutan dari mana lagi. Kayu hasil kebun ga akan mencukupi kebutuhan pasar.
Hebatnya kakek nenek leluhur kita dulu, mereka menanam pohon untuk tabungan anak cucu biar nggak kesulitan kalau membangun rumah. Padahal butuh waktu puluhan tahun Pohon bisa tumbuh jadi bahan bangunan. Tapi apa yang terjadi? Generasi penerusnya cuma bisa nebang pohon lalu menjualnya, ga mau menanam kembali.😁
#SalamLestari
Senin, 11 Mei 2026
Fans Fomo
Pecinta
motogp pasti tau, dulu sebelum kita punya pembalap tangguh kita dukung pembalap
Jepang, karena ada wakil dari Asia. Trus ada pembalap dari malaysia Hafizh
Syahrin, kita juga dukung dia. Trus datang lagi pembalap Thailand Somkiat
chantra, kita juga dukung dia. Pokoknya bangga kalo ada pembalap bisa jadi
wakil Asia/Asia Tenggara. Fans fomo malah jelek-jelekin pembalap, saling hujat
saling menghina, jelekin fisik dll. Yang dibahas bukan lagi soal balapan, malah
jadi melebar kemana-mana. ini pikirannya ke mana coba.
#PecintaMotogp
Selasa, 20 Februari 2024
Terjebak Dalam Lingkaran Kebencian
Jaman dulu ada yang namanya gila ABRI, orang yang punya cita-cita ingin menjadi ABRI tapi nggak kesampaian. Lalu orang itu merubah gaya tampilan layaknya seorang tentara. Rambut dipotong cepak, pakai baju loreng lengkap dengan aksesoris berikut pangkatnya. Kemudian jalan petentang petenteng, setiap orang lewat dipalak-palakin, kios-kios toko dipajekin, bahkan ada yang berani nilang kendaraan bermotor.
''Namanya
juga ABRI gadungan. ABCD (Abri Bukan Cepak Doang).''
Semakin lama
orang-orang dibuat kesal karena ulahnya. Orang yang punya akal pasti mikir,
‘’Masa iya ABRI kerjanya malak-malakin
orang? Dia kan pengayom dan pelindung rakyat!’’. Akhirnya ABRI gadungan itu
dilaporkan dan ditangkap oleh petugas, lalu dihukum sesuai dengan kesalahannya.
Kalau jaman
sekarang ada yang lebih gila lagi, namanya ‘’Gila Politik’’. Saking fanatiknya
terkadang omongannya suka ngawur. Omongan bener dicela, omongan salah dicela,
orang ngasih nasehat pun dicelanya juga. Pokoknya apapun yang dilakukan lawan
politiknya selalu nampak salah di matanya. Apalagi kalau ada orang yang tidak
sependapat dengannya, pasti dianggapnya musuh.
‘’Nah, kan!
Jadi gila beneran!’’ 😃
Repot kalau
sudah terjebak dalam situasi seperti itu. Soalnya nggak sadar kalau dirinya
sudah menjadi pendengki, karena selalu menyalahkan oranglain. Kalau perbuatan
baik dan buruk hanya menuruti perasaan diri sendiri dan golongannya akibatnya
akan jadi seperti itu, jadi pembenci.
Kata
Simbahku : ‘’Wong Edan sing mlaku turut ndalan kae ora iso nulari koe Lee, jadi
nggak usah takut ketularan. Sing iso nulari kui mung penyakit kebencian,
molakne ojo melu-melu jadi pembenci.’’
Pertanyaannya,
kenapa kita bisa seperti itu? Mari kita bahas bersama-sama.
Semua itu
berawal dari Sosial media. Seperti WA, Facebook, Twitter, Instagram, dll. Yang memudahkan
dan memberi kita kebebasan untuk berexspresi dan berpendapat. Kebebasan
berpendapat itu seringkali membuat kita salah arah, sehingga terkadang lupa
aturan dan etika, alias komentar sak penake dewe. Banyak diantara kita yang
tadinya berteman baik kini menjadi musuh, hanya karena perbedaan politik dan
status golongan.
Sudah tidak
aneh, ketika ada suatu kejadian perkara mendadak banyak sekali orang yang
menjadi pakar di Media sosial. Seolah-olah dia yang paling tau, paling
mengerti, paling benar, lalu menghakimi dan menyalahkan orang yang tidak
sependapat dengan dirinya. Sebentar jadi pakar politik, sejam kemudian jadi
ahli hukum, ahli strategi, ahli agama, ahli IT, ahli tata kota, ahli kesehatan,
ahli ngurusin hidup orang, ahli ngatur rumah tangga orang, dan sebagainya.
Ada 1
pepatah,’’Jangankan Manusia, Ikan pun akan terhindar dari masalah, jika ia
mampu menjaga mulutnya.’’
Keliatan
pinter apa nggak? Ya kagaklah! Kan ga semuanya lu ahli dalam segala bidang! 😂
Apalagi jika
sudah memasuki masa-masa pilkada atau pemilihan presiden. Media sosial menjadi
semakin miskin bahasa, cuma punya 2 kosa kata : Membenci atau dipuji, menghujat
atau mendukung, iblis atau malaikat. Yang di sana menertawakan yang di sini,
yang di sini menertawakan yang di sana. Yang di sana doyan fitnah, yang di sini
balas memfitnah. Masing-masing sibuk mencari-cari kesalahan orang yang dia
benci. Begitu seterusnya, sampai kebencian itu tertanam dalam diri
masing-masing. Dan tanpa disadari, sesungguhnya manusia sedang membinasakan
diri sendiri, dan berubah menjadi SETAN!.
Ini Politik,
molitiki, dan memang seperti inilah politik. Orang yang saat ini kamu benci
bisa jadi 5 tahun yang akan datang sekubu denganmu lalu menjadi temanmu. Begitu
juga sebaliknya, orang yang saat ini menjadi temanmu bisa menjadi musuhmu.
Nah, kalau
sudah begitu kita mau ngomong apa? Ya memang seperti itulah Politik. Kalau otak
kita nggak cerdas bisa stress sendiri. Maka dari itu biar otak kita nggak
stress kudu memperluas wawasan, banyak belajar, banyak membaca buku, agar buah
pemikiran kita semakin cerdas dalam berfikir.
Mari kita
hilangkan sikap egois kita. Nggak perlu kita saling gontok-gontokan, atau
saling menghujat, nggak ada ada manfaatnya, justru malah merugikan diri kita
sendiri. Karena ada yang lebih penting dari semua itu, yaitu menjaga pertemanan
& kekeluargaan.
''Salam
Damai Indonesiaku'' 😊 💪
- Oleh :
Satrio Damar Setiadji
nama pena :
Opini :
Coretan Sederhana
Sabtu, 04 Agustus 2018
Kadung Tresno
Bedo karo kahanan uripku sak iki. Arepo sabendino ketemu nanging aku durung iso ngrasakne opo sing jenenge tresno lan ditresnani. Ibarate koyo wong madang lawue ora cocok. Segone kepekso di emplok nanging ora gelem kolu, banjur diombeni banyu ben kolu segone.
Eeegghh …
‘’Enak tenan, Mbokmu …’’
Nduwe bojo kudune iso gawe atiku bungah, lha iki malah prengat prengut, penjab penjeb, koyo wong ora reno penggalie. Ditakoni malah nyentak, dikandani reko-reko ora krungu. Senenge yen aku pas gajian thok, bar kuwi kumat meneh.
‘’Dik, wayah magrib ojo nesu-nesu ngono. Ora becik.’’
‘’Karepku to!’’
Seko jamane pacaran tekan sak iki dadi bojomu ono wae masalahe. Masalah siji durung rampung teko meneh masalah anyar.
‘’Karepmu jane opo to, Dik? Janjane sliramu kuwi tresno tenanan ora? Kok yo sio-sio tenan karo Kangmasmu.’’
Dadi wong lanang kurang kepiye aku iki, jam papat esok aku wes tangi. Shalat subuh, bar shalat subuh nggodok banyu. Rampung nggodok banyu tak tinggal metu golek sarapan kanggo sliramu. Bar golek sarapan banjur umbah-umbah ono sumur, ngumbai dastermu karo ngumbai jeroanmu. Umbah-umbah wes rampung aku mangkat lungo adus, bar adus banjur budal mangkat kerjo. Arep pamit sliramu ora iso sebabpe sliramu iseh mlungker angler turu.
‘’Dik, Mas pamit dulu ya? Mas berangkat kerja nggeh?’’ ( sambil ngecup keningmu )
Wes koyo biasane, tekan kantor jam setengah wolu. Biasane aku langsung nggolek sarapan ono kantin. Mesen teh anget karo mesen sotone mbah surip. Ndelalah pas lagi arep nyruput teh anget ujug-ujug hape gsmku muni.
Tulalit …tul …tul …tulaliit …
‘’Wah sopo iki?’’ Bareng tak delok hapeku jebule woro sembodroku.
‘’Hallo Dik. Selamat pagi … udah bangun, ya?’’
‘’Maaass …!! Aku tangi turu kangmas wes ora ono! Kangmas mangkat kerjo ora pamitan. Itu cucian durung dijemurin, ya? Wegiaaah ... aku njemuuuriiiii Maaass …!!’’
Durung sempet tak jawab telpune wes dipateni.
Tut …tut … tut …
Bar nompo tlp atiku dadi mak gregel. Jian urip pisan kok yo sengsorone koyo ngene, nelongso tenan atiku. Rasane remuk, koyo ditibani beras sekarung. Wes bola-bali tak kandani, aku iki wegah nek dikongkon njemuri klambimu. Isin aku, mosok wong lanang kon njemuri jeroanmu. Aku isin sabendino disindiri karo tonggo kiwo tengen.
‘’Mas, rajin banget pagi-pagi udah nyuci. Isterinya ke mana, Mas? Lagi nglahirin, ya? Mau dong nitip cucian?’’
Sak naliko raiku dadi abang mbranang. Nahan isin, nahan anyel, ditambah motoku ngantuk sisan. Awakku dadi mriang, panas dingin, tensi darah naik, endas mumet, dodo gemeter, mungkin iki sing jenenge tanda-tanda gejala struk
‘’Duh Gusti .... paringi kulo kesabaran ...’’
- Oleh : 'Satrio Damar Setiadji ( Mas Ajo Ganteng )
(cerpen : gending katresnan ll )
Jumat, 03 Agustus 2018
Mindoni
Sudahkan anda mindoni hari ini?
Jangan lupa mindoni, karena nungguin jodoh tiap hari itu juga butuh energi.
#welingku
Ketua kelas kita
Sedari sekolah aku ini memang suka sekali membaca, beruntung di sekolah ada perpustakaan. Tiap jam istirahat siang atau jam olahraga aku meluangkan waktuku untuk membaca. Kalau bukunya belum selesai dibaca boleh dipinjam atau dibawa pulang.
Awalnya suka membaca buku bukan karena rajin atau kutu buku. Tapi, karena saran dari Pak guru, ‘’Kamu nggak usah ikut olahraga, nanti Asmamu kambuh. Diperpustakaan saja baca buku’’.
Sedari kecil aku ini menderita Asma, sering kambuh, bengek, mengi, dan sering sakit-sakitan. Banyak sekali pantangan yang harus aku hindari, contohnya seperti olahraga, minum es, dan lain sebagainya.
Semenjak itulah aku menjadi manusia penyendiri, dan buku selalu menjadi sahabat karibku.
Oleh : Satrio Damar Setiadji ( Mas Ajo Ganteng )
Pojok Renungan
Coba kamu pikirkan dengan cara lain.
Kamu "bisa" pulang kerja sendiri, ''bisa'' pergi rekreasi sendiri, "bisa" naik kendaraan sendiri, "bisa" buka pintu sendiri, "bisa" makan sendiri, "bisa" tidur sendiri, dan juga "bisa" merenung sendiri. Semuanya dengan mudah bisa kamu lakukan.
Apakah kamu tahu, banyak sekali orang yang tidak bisa melakukannya? Tetapi, kamu bisa melakukannya dengan baik. Mereka yang cacat, tuna rungu, tuna netra, dan lain sebagainya.
Jadi .. bersyukurlah ....
#intropeksi diri
Kamis, 02 Agustus 2018
Burung Misterius
Belum ada 5 menit online aku mendengar suara burung perkutut dari sebelah kamar kontrakanku.
Klao ke te kung ... klao ke te kung ... klao ke te kung ...
Semenjak Pak Yono miara burung perkutut, setiap malam selalu mencekam. Bagai alarm jam, burung itu selalu bersuara tepat jam 2 malam. Ngeri, aku jadi teringat Mbah Marto beberapa tahun yang lalu. Beliau bilang, suara burung perkutut di malam hari itu pertanda ada makhluk sebangsa lelembut/jin lewat.
‘’Jangan-jangan ada setan lewat?’’ batinku.
Deg! Seketika dadaku berdegup sangat kencang, bulu kudukku merinding memikirkan itu. Seumur-umur belum pernah melihat setan, bayangin aja takut apalagi melihat langsung. Jangan sampai pokoknya, pokoknya jangan sampai. Mana tadi sore ada tetangga sebelah rumah yang meninggal dunia. Untung jenazahnya langsung di bawa ke kampung halamannya. Coba kalau nguburnya besok, bisa nggak bisa tidur aku semalaman.
Saat sedang asik melamun, tiba-tiba di pojokan kamarku melintas bayangan putih berkelebat. Suaranya terdengar sayup lirih seperti orang yang sedang bersenandung. Saat aku menoleh aku kaget setengah mati.
‘’Ya Allah … Ya Tuhanku!!” sesaat jantungku serasa berhenti karena kaget.
Ini pemandangan yang paling mengerikan seumur hidupku. Seorang wanita berpakaian putih duduk membelakangiku tepat di samping aku berbaring. Dia sedang menyisir rambutnya yang panjang sambil terus bersenandung, seolah-olah dia tidak menyadari keberadaanku. Seketika itu juga badanku gemetar hebat, terasa kaku dan sangat sulit untuk aku gerakkan.
‘’Tolooooong !!’’ jeritku tertahan.
Tiba-tiba, dia berhenti menyisir rambutnya yang hitam dan panjang itu. Sepertinya dia sadar kalau aku sedang memperhatikannya. Perlahan-lahan sosok wanita itu bergerak dan menuju ke arahku, membuatku sangat kaget dan sangat ketakutan. Wajahnya benar-benar hancur mengerikan, matanya merah menatap tajam ke arahku, mulutnya yang penuh darah itu memanggilku lirih.
‘’Baaang ...baaang ....?’’
Aku membaca do'a-do'a yang aku bisa. Saat membaca do’a, makhluk mengerikan itu menatapku sangat tajam seperti hendak menerkamku. Dan Jujur, saat ini aku tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah melihat penampakan mistis ini di hadapanku ini.
Makhluk mengerikan itu tertawa kecil, matanya memandang tajam ke arah layar Hp yang masih aku pegang. Lalu, mulutnya menyeringai memanggil namaku berulang kali.
‘’Baaang ... Bang Satrio....? Bang ...!!’’
‘’Iy ... iy ... iya ..!!’’ jawabku terbata-bata.
‘’Minta ‘’HOT SPOTnya Bang’’, aku nggak punya kuota Bang! Kasiani aku Bang!’’
Oleh : Satrio damar Setiadji
Senin, 30 Juli 2018
Danyangan Nggedong
Sabtu, 13 Januari 2018
Coffe Pagi
Ketika itulah negara besar itu akan hancur










.jpg)

















